Indonesia sedang menyelesaikan kesepakatan untuk mendapatkan 50 juta dosis vaksin virus corona dari produsen obat Pfizer dan AstraZeneca. Hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (29/12) seperti dikutip Reuters. Dengan adanya kesepakatan ini, vaksin AstraZeneca diperkirakan tiba pada kuartal II-2021. Sedangkan untuk vaksin Pfizer akan tiba di Indonesia pada kuartal ketiga 2021.
Untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 bagi rakyat Indonesia, pemerintah menyebutkan telah mengamankan sekitar 660 juta dosis vaksin, terbagi atas 330 juta yang sudah terkonfirmasi dan 330 juta dosis berupa opsi. Dengan memperhitungkan bahwa 1 orang membutuhkan 2 dosis vaksin dan juga memperhitungkan guideline dari WHO untuk mempersiapkan 15 persen untuk cadangan, total vaksin yang dibutuhkan ada sekitar 426 juta dosis.
Dari 4 yang bilateral pemerintah sudah menandatangani kontrak dengan Sinovac sebesar 125 juta dosis, dan memiliki opsi untuk menambahkan. Selain itu, pemerintah juga telah menandatangani kontrak dengan Novavax untuk 130 juta dosis sebagai opsi. Kemudian, pemerintah juga melakukan kerja sama multilateral dengan institusi yang namanya GAVI, yang merupakan bagian dari WHO, di mana mereka akan memberikan vaksin yang sifatnya gratis.
Diharapkan dengan vaksinasi, maka akan tercipta kekebalan kelompok atau herd immunity dan penyebaran Covid-19 dapat menurun. Sebab sejumlah vaksin mengklaim memiliki kemanjuran di atas 90 persen mencegah munculnya gejala Covid-19. Namun selain manfaat dari vaksin, masyarakat juga perlu mengetahui sejumlah efek samping setelah mendapatkan suntikan vaksin. Meskipun banyak pula yang setelah mendapatkan suntikan tidak merasakan gejala apapun.
Berdasarkan penuturan sejumlah orang yang telah menerima vaksin Covid-19 di AS, ada efek samping yang berbeda-beda yang dialami oleh sebagian dari mereka. Adapun efek samping tersebut adalah:
1. Sakit kepala
Mengutip The New York Times, Senin (28/12/2020), dr. Taneisha Wilson (36) mengaku mengalami sakit kepala setelah 2,5 jam disuntikkan vaksin Pfizer ke dalam tubuhnya. Itu adalah sakit kepala terparah yang pernah ia rasakan, ia merasa seperti dipukul-pukul.Bahkan rasa sakit yang cukup signifikan itu membuatnya secara tidak sadar mengerang dengan suara yang keras.Untungnya, sakit kepala itu segera hilang setelah 36 jam berlalu. Wilson pun mengaku tidak menyesal telah menerima vaksin, meski efek samping berupa pusing sempat ia rasakan.
2. Sakit perut
Sementara itu, efek samping yang lain dilaporkan terjadi pada sejumlah lansia penerima vaksin yang tinggal di panti jompo. Mereka mengalami sakit perut setelah menerima suntikan vaksin Covid-19.
Pada penerima vaksin yang lain, efek samping yang dirasakan juga cukup beragam. Berikut beberapa di antaranya:
1). Menggigil
2). Demam
3). Bekas suntikan yang terasa nyeri
4). Lelah
5). Gatal-gatal di sekitar lokasi suntikan
6). Kehilangan fokus atau yang disebut dengan "brain fog"
7). Anafilaksis, alergi parah yang bisa mengancam nyawa.
Maka dari itu, sebelum kita disuntik vaksin. Ada baiknya kita mempelajari terlebih dahulu apa apa saja efek samping yang ditimbulkan vaksin tersebut dalam tubuh kita.
Sumber :
https://amp.kontan.co.id/news/indonesia-dapatkan-50-juta-dosis-vaksin-covid-19-dari-pfizer-dan-astrazeneca
https://m.bisnis.com/amp/read/20201229/15/1336482/menkes-indonesia-telah-amankan-660-juta-dosis-vaksin-covid-19
https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/29/162900365/meski-manjur-mencegah-covid-19-apa-saja-efek-samping-dari-vaksin-corona-
Comments
Post a Comment