Pendapatan Usaha Kecil Pupus Akibat Covid-19, Pemerintah Siapkan Bantuan Sosial Untuk Pekerja Harian
Virus Corona (Corona Virus Disease) adalah
keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit
ringan sampai berat,
seperti common cold
atau pilek dan penyakit yang
serius seperti MERS dan SARS (Kementerian Kesehatan, 2020). Virus ini berasal dari Wuhan, China dan telah menyebar ke berbagai negara. Pemerintah
menghimbau agar masyarakat menerapkan social distancing seperti work from home,
dan beribadah dari rumah guna memutus penyebaran Mewabahnya virus ini berdampak pada berbagai sektor seperti pariwisata, perekonomian, perdagangan serta investasi.
Merebaknya Covid-19 membuat
keterpurukan para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Kabupaten Klaten (rri.co.id, 10
April 2020). Berdasarkan catatan Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Klaten, para
pelaku itu mengalami penurunan produksi dan pendapatan hingga 40%. Di Karang Tengah, Wonogiri, untuk sementara waktu, terdapat
tiga pasar tradisional yang dilarang beroperasi. Padahal ketiganya menjadi
pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat
(solopos.com, 31 Maret 2020). Menurut Honoatubun (2020), akibat mewabahnya virus corona
pasar ditutup dan pedagang menjadi tidak bisa berjualan.
Hal ini mengakibatkan pedagang tidak mempunyai penghasilan
tetap dan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Penutupan pasar akibat
mewabahnya virus corona juga dilakukan di berbagai
daerah, seperti DKI Jakarta. Pratama
(2020) mengatakan Perumda
Pasar Jaya selaku pengelola pasar melakukan penutupan sementara seluruh
pasar yang berada di kawasan Tanah Abang.
Masih ada 1 Blok yang dibuka ini hanya untuk pedagang yang berjualan
bahan pangan saja. Penutupan pasar dilakukan sebagai
upaya pencegahan penyebaran Covid-
19. Dengan
adanya penutupan pasar
seperti itu, membuat
para pedagang akhirnya
tidak dapat berjualan. Sehingga
pedagang menjadi rugi
dan tidak mempunyai penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Presiden Joko Widodo mengakui bahwa banyak pekerja informal
di Jabodetabek yang terpaksa pulang kampung
karena penghasilannya menurun
sangat drastis atau bahkan hilang sebagai imbas dari penerapan
status tanggap darurat
yang membatasi aktivitas warga.
Dia mengatakan program perlindungan sosial dan stimulus
ekonomi bagi pelaku usaha informal dan UMKM harus segera diterapkan.Status
tanggap darurat yang diterapkan di beberapa wilayah akibat wabah virus corona, membuat pekerja di sektor informal dan UMKM tak bekerja dan terpaksa pulang kampung.Ketua Asoasasi UMKM Indonesia, Ikhsan Ingratubun, mengungkapkan pendapatan usaha UMKM "pupus" gara-gara wabah Covid-19, sehingga
mereka kesulitan untuk
membayar biaya-biaya dan gaji atau honor pekerja.
Dalam kondisi seperti ini, virus corona merupakan suatu
wabah yang tidak bisa dianggap biasa saja. Jika dilihat dari gejala orang yang terinfeksi, orang yang belum pahan virus ini akan mengiranya hanya sebatas influenza biasa, tetapi bagi analisis kedokteran virus ini cukup berbahaya
dan mematikan. Saat ini di tahun 2020, perkembangan penularan virus ini cukup
signifikan karena penyebarannya sudah mendunia dan seluruh negara merasakan dampaknya termasuk Indonesia . Hingga
saat ini belum ada terapi
tepat untuk mengobati virus ini.
Penyebaran yang sangat cepat di dunia dan khususnya di Negara
Indonesia. Dilihat dari peta pesebaran Covid-19 di Indonesia, kasus posistif telah tersebar di 34 provinsi Penyebaran covid yang begitu cepat sehingga mengakibatkan
Pemerintah memberlakukan sistem jaga jarak social yang disebut PSBB (Pembatasan Social
Berskala Besar).
Menurut Nismawati pada
tahun 2020, Pemerintah juga menganjurkan jaga
jarak secara fisik dan mengurangi kegiatan berkerumun, untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Niat baik pemerintah untuk melakukan PSBB sangat merugikan warga Indonesia khususnya dampak ekonomi yang menurun dan banyak tenaga kerja yang kehilangan pekerjaaan.Virus Corona yang semakin menyebar di Indonesia, beberapa kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah di Indonesia memberikan dampak pada beberapa sektor di Indonesia, salah satunya yaitu pada sektor ekonomi. Hal ini tidak terlepas dari adanya Covid-19 yang berdampak pada sektor perdagangan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)
Dampaknya adalah banyak
dari pekerja UMKM terpaksa pulang
kampung."Akibat dari Covid- 19, mengakibatkan pupus habis pendapatan per hari," ujar Ikshan kepada BBC News Indonesia, Senin (30/03).Pandemi virus corona pukul
sektor UMKM sampai 'kembang kempis' Virus corona: Dampaknya 'lebih buruk
daripada krisis finansial 2008'Dampak virus corona bagi Indonesia, sepi turis hingga berpotensi gerus nilai eksporVirus corona berpotensi melenyapkan triliunan
rupiah dari sektor
pariwisata Indonesia.
Di tengah ini, pemerintah mengatakan tengah menyiapkan kebijakan bantuan sosial untuk menyokong sektor informal dan pekerja harian, serta memberi stimulus bagi usaha kecil, mikro dan menengah. Akan tetapi, pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia, Lina Miftahul Jannah, mengingatkan pemerintah perlu berhati-hati agar kebijakan itu tepat sasaran dan tak mengulangi penyelewengan seperti dalam penyaluran bantuan langsung tunai (BLT). Selama delapan hari terakhir, tercatat 876 armada bus antar provinsi yang membawa kurang lebih14.000 penumpang dari Jabodetabek, menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Sebagian besar dari mereka adalah pekerja informal yang mencari nafkah di ibu kota. Mereka adalah pekerja warung, toko kecil, pedagang asongan, pedagang di pasar, hingga pekerja lain yang menggantungkan hidup dari pendapatan harian termasuk di pusat-pusat perbelanjaan dan pengendara ojek online.
Presiden Joko Widodo mengakui bahwa banyak pekerja informal di Jabodetabek yang terpaksa pulang kampung karena penghasilannya menurun sangat drastis atau bahkan hilang sebagai imbas dari penerapan status tanggap darurat yang membatasi aktivitas warga. Beliau mengatakan program perlindungan sosial dan stimulus ekonomi bagi pelaku usaha informal dan UMKM harus segera diterapkan.
Sekretaris Kementerian
Koordinator
bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, bantuan sosial akan disalurkan kepada 29,3 juta penerima bantuan langsung tunai (BLT) yang tergolong dalam empat puluh
persen warga miskin.Sekitar 15,2 juta di antaranya adalah masyarakat yang sudah terdata
sebagai penerima bantuan
pangan non tunai, sementara
sisanya masih dalam pendataan.
Penyaluran BLT merupakan salah satu bagian
dari paket stimulus
lanjutan yang kini sedang
dipersiapkan oleh pemerintah.Bantuan ini akan menyasar pekerja sektor informal, antara lain pekerja warung, toko kecil, pedagang di pasar, hingga pekerja harian lainnya termasuk di pusat- pusat perbelanjaan.Namun, belum ada keterangan seperti apa skema penyaluran bantuan tersebut
dan berapa besaran
BLT yang akan diberikan pemerintah.
Sekitar 15,2 juta di antaranya adalah masyarakat yang sudah
terdata sebagai penerima bantuan pangan non tunai, sementara sisanya masih
dalam pendataan.Penyaluran BLT merupakan salah satu bagian dari paket stimulus
lanjutan yang kini sedang dipersiapkan oleh pemerintah.
Bantuan ini akan menyasar pekerja sektor informal, antara lain pekerja warung, toko kecil, pedagang di pasar, hingga pekerja harian lainnya termasuk di pusat-pusat perbelanjaan.Namun, belum ada keterangan seperti apa skema penyaluran bantuan tersebut dan berapa besaran BLT yang akan diberikan pemerintah.
Esensi dari jaminan sosial apabila menyentuh pengeluaran yang dikeluarkan oleh para UMKM atau daily workers ini itu bisa menjadi pelipur lara atau duka dari usaha kecil dan menengah akibat dari Covid-19,"Adapun PLN mengungkapkan akan memberikan keringanan tarif listrik di tengah wabah virus corona, baik untuk sektor rumah tangga maupun industri.
Dalam arahannya saat menggelar rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (20/03), Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan jajarannya untuk memangkas rencana belanja yang dianggap tidak prioritas di saat sekarang ini baik yang ada di APBN maupun APBD.Presiden meminta realokasi APBN dan APBD tersebut untuk tiga kegiatan prioritas pemerintah di tengah wabah virus corona.
"Yaitu yang pertama di bidang kesehatan, terutama dalam upaya pengendalian Covid-19. Yang kedua, social safety net, atau bantuan sosial," ujarnya.
"Yang ketiga, yang berkaitan dengan insentif ekonomi bagi pelaku usaha dan UMKM sehingga mereka bisa tetap berproduksi dan terhindar dari terjadinya PHK," tambahnya.
Sebelumnya, juru bicara Presiden RI, Fadjroel Rahman, mengatakan, pilihan solusi untuk UMKM nantinya dapat berupa permodalan hingga pemasaran.
"Misalnya model pemasaran nanti akan dibantu
oleh aplikasi. penggunaan teknologi bisa jadi salah satu pemecahan dalam kondisi
yang sekarang ini. Termasuk pemerintah kan presiden minta semua terukur, semua sistematis, semuanya masuk akal. Jangan sampai seperti kejadian yang melakukan efek kejut begitu, masyarakat dijadikan coba-coba," katanya.Selain itu, kata Fadjroel, pemerintah sedang mempercepat pencairan dana bantuan
sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) tahap II sebesar Rp7 triliun bulan ini. Harapannya, stimulus ini bisa menjaga daya beli masyarakat dan menekan persoalan ekonomi di tengah
pengendalian Covid-
19."Karena ekonomi baru bisa bergerak kalau uang masuk ke dalam
perputarannya. Makanya termasuk Kartu PraKerja kan disegerakan. PKH disegerakan,
Pandemi virus corona telah memukul perekonomian secara
global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan terparah
selama satu dekade terakhir atau mencapai 5%, Kamis pekan lalu. Sementara rupiah terus melemah terhadap dolar AS atau tembus
Rp15.200 per Rabu (18/03).
Comments
Post a Comment