WASPADA COVID-19 VARIAN OMICRON

    Omicron merupakan varian terbaru dari virus Corona yang disebut berasal dari Afrika Selatan. WHO menetapkan varian tersebut sebagai varian yang menjadi perhatian atau Variant of Concern (VoC). Mengapa demikian? Karena varian virus yang termasuk VoC adalah virus Corona yang menyebabkan peningkatan penularan, peningkatan kematian, dan disebut berkemampuan dalam mempengaruhi efektivitas vaksin (Kompas.com, 2021).

    Varian Omicron sekarang ini tengah menjadi ketakutan di seluruh dunia, karena dikhawatirkan dapat menghindari sistem kekebalan tubuh manusia. Hal tersebut di sebabkan 30 mutasi yang mengode tanduk (spike). Dasarnya, bagian virus yang akan dikenali sistem imun adalah tanduk. Jika berubah, bagaimana bisa dikenali (Idxchannel.com, 2021). Omicron tersebut sudah terdeteksi di Indonesia tepatnya pada tanggal 15 Desember 2021. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Covid-19 varian Omicron sebenarnya tidak terlalu berbahaya. Namun, Omicron akan menjadi malapetaka jika pada akhirnya banyak yang terinfeksi atau tertular (Beritasatu.com, 2022).

    Adapun gejala-gejala yang terdeteksi di Indonesia sebagai berikut: pilek, sakit kepala, bersin, sakit tenggorokan, tidak kehilangan penciuman, batuk terus-menerus, kelelahan ekstrem, tenggorokan gatal, demam ringan, dan keringat malam. Dari hal di atas Omicron tidak jauh berbeda dengan varian lain penyebab Covid-19.

    Virus Corona varian Omicron dinilai sangat cepat penularannya dibandingkan Delta. Namun, seperti yang diketahui, masyarakat harus tetap melakukan aktivitasnya. Cara agar tidak terinfeksi varian Omicron ialah menghindari ruangan tertutup dengan ventilasi udara yang buruk. Sebab, tempat dengan kondisi itu memiliki tingkat risiko sangat tinggi penularan Covid-19. Main boleh, jalan-jalan boleh, makan boleh, asal tetap memperhatikan ventilasinya. Tetap pakai masker dan hindari bergabung dengan orang-orang yang tidak satu rumah. Tetap waspada dan harus tetap divaksin. Sebab, vaksinasi jelas mengurangi risiko lebih buruk dari infeksi Covid-19 (Genpi.co, 2022).

Comments