ASPEKSINDO (Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia) bersama Duta Maritim Indonesia melakukan kunjungan strategi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia pada senin, 15 Agustus 2023.
Empat mahasiswa UMRAH yang menjadi delegasi Kepri juga ikut serta dalam kegiatan ini yaitu Astuti (Manajemen), Firman Gani (Akuntansi), Wahyu Hidayat R. (Manajemen), dan Nur Hafifa (Ilmu Administrasi Negara).
Sebelum berangkat menuju kementerian kemaritiman, kelautan, dan perikanan. Duta Maritim Aspeksindo melakukan wisata religi menuju Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta. Sembari menunggu waktu Dzuhur. Kemudian dilanjutkan ke kementerian kemaritiman, kelautan, dan perikanan. Drs. Victor Gustaaf Manoppo, SH.
Kunjungan Strategis ini dipimpin langsung oleh Direktur Eksekutif Aspeksindo yakni Dr.Andi Fajar Asti, S.Pd,M.Pd., M.Sc. Saat memberikan kata sambutan beliau mengatakan bahwa "Aspeksindo akan siap berkolaborasi serta mendukung segala bentuk inovasi kemaritiman yang di gagas oleh KKP demi terwujudnya Indonesia emas 2045". Ia juga mengatakan bahwa adanya Duta Maritim ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pelopor di daerah dalam melakukan kegiatan-kegiatan inovatif dalam bidang kelautan dan kemaritiman ” Ujar Direktur Eksekutif Pak Andi.
Kunjungan para Duta Maritim di sambut baik oleh Irjen. Pol. Drs. Victor Gustaaf Manoppo, M.H Ditjen Pengelolaan Ruang Laut. Selanjutnya, para Duta Maritim Indonesia 2023 mendapat materi dari sang Ditjen sekaligus berdiskusi.
Dalam penyampaian materinya beliau mengatakan bahwa ” KKP memiliki 5 program unggulan yang diharapkan adanya duta maritim ini mampu menciptakamn terobosan kegiatan-kegiatan demi terwujudnya Indonesia Emas 2045″ Ujar irjen. Pol. Drs. Victor Gustaaf Manoppo dalam sambutannya.
Adapun 5 program utama berbasis ekonomi biru yang disiapkan KKP untuk menyeimbangkan kepentingan lingkungan dan ekonomi itu adalah:
Pertama, perluasan kawasan konservasi perairan.
Kedua, penangkapan ikan terukur berbasis kuota di 6 zona yang ditetapkan oleh pemerintah.
Ketiga, peningkatan perikanan budidaya berkelanjutan.
Keempat, menjamin wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terjaga dengan baik.
Kelima, untuk menjaga kesehatan laut, salah satu program utama KKP adalah Bulan Cinta Laut. Program ini dilaksanakan melalui aksi bersih sampah laut di Indonesia dengan melibatkan nelayan.
Irjen Drs. Victor Gustaaf Manoppo juga menekankan pentingnya pengelolaan berkelanjutan sumber daya laut dan kelautan. Beliau membahas perlunya memastikan bahwa aktivitas ekonomi biru tidak merusak ekosistem laut dan memperhatikan praktik-praktik yang berkelanjutan untuk menjaga keanekaragaman hayati dan produktivitas laut.
Saat berdiskusi berlangsung beberapa duta maritim Indonesia mengajukan pertanyaan tidak terkecuali Astuti delegasi dari Kepulauan Riau. Dalam kesempatan tersebut ia bertanya mengenai isu kedaerahan yang ada di Kepri yaitu mengenai minyak hitam yang belakangan ini selalu mengotori laut d Kepri. Kemudian mengenai konflik nelayan tradisional dan nelayan pukat yang ada di Anambas.
"Masalah minyak hitam inilah yang menjadi tantangan bagi KKP. Sekarang ini KKP sedang mempersiapkan drone laut untuk mencegah adanya masalah-masalah seperti itu karena saya yakin minyak hitam yang ada di sana itu bukan berasal dari kapal Indonesia melainkan dari lautan luar. Kita juga tidak bisa mengukur kapan mereka membuang minta tersebut apalagi kalllau menggunakan selang bawah kapal. Ujar irjen. Pol. Drs. Victor Gustaaf Manoppo.
"Kemudian untuk masalah nelayan tradisional dan nelayan pukat ini selalu terjadi. Makanya ada program KKP penangkapan ikan terukur berbasis kuota. Hal ini untuk menghindari atau mengurangi tadi kerugian nelayan tradisional. Sehingga para nelayan nanti memiliki batas wilayah Nelayan masing-masing. Nelayan dari jalur Pantura tidak boleh ke wilayah Sumatera. Kami masih terus berbenah hal-hal yang masih menjadi tantangan." Ujarnya.
Bapak Irjen Drs. Victor Gustaaf Manoppo juga mengatakan bahwasannya permasalahan yang terjadi di Kepulauan Riau bisa terjadi karena adanya kapal” Tanker yang berlabuh disekitaran Jalur lintas kapal Kepulauan Riau. Saat ini masih belum ada sistem yang bisa mendeteksi dan menjadi solusi atas permasalahan ini. Namun, saat ini kementerian kelautan dan perikanan (KKP) sedang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi Dan Informatika untuk bisa menciptakan dan membuat satelit pendeteksi laut (drone laut) buatan anak bangsa untuk bisa menjadi salah satu solusi dari permasalahan ini.
Setelah berdiskusi lebih lanjut dengan beberapa pertanyaan duta maritim lainnya, bapak Irjen Drs. Victor Gustaaf Manoppo pamit undur diri dari tempat kegiatan dikarenakan ada acara lainnya yang telah menunggu. Sebelum pergi, bapak Irjen Drs. Victor Gustaaf Manoppo berpesan untuk seluruh finalis duta Maritim untuk bisa trus maju tumbuh dan bisa melanjutkan perlindungan sumber daya perairan yang berkelanjutan.

Comments
Post a Comment