Unit Kegiatan Mahasiswa Research and Dedication FISIP UMRAH kembali menarik perhatian publik dengan menyelenggarakan kegiatan bertajuk Workshop Karya Tulis Ilmiah, yang memberikan dampak signifikan dalam dunia akademik. Kegiatan ini memperkuat pemahaman terhadap pandangan modernisasi, khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, yang mendukung sistematika penulisan karya ilmiah secara efektif dan efisien.
Dalam sesi pemaparan, Bapak Mahadiansar, S.Sos., M.A.P., alumni Ilmu Administrasi Negara angkatan 2019, menyampaikan peran penting AI sebagai penunjang dalam memperkaya akses pengetahuan, asalkan digunakan dengan memahami etika akademik yang berlaku. AI diposisikan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti pemikiran kritis dalam proses akademik.
Workshop Creative AI ini menggali potensi AI dalam mendukung produktivitas karya ilmiah seperti jurnal, esai, dan artikel. Salah satu aplikasi pendukung yang diperkenalkan adalah Mendeley Reference Manager, yang menjadi keunggulan bagi mahasiswa dalam mengelola dan menyusun referensi dari penelitian terdahulu. Penggunaan aplikasi ini mempermudah proses riset dan pengolahan data secara inklusif dan edukatif, serta memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam penyusunan karya ilmiah.
Secara administratif, penulisan karya ilmiah yang baik harus memenuhi struktur yang jelas, mulai dari judul, instansi, abstrak, dan kata kunci, hingga pendahuluan, literature review, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka. Semua elemen ini harus disusun menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai kaidah akademik.
Inovasi penggunaan AI pun semakin beragam. Misalnya, pemanfaatan ChatGPT membantu mahasiswa dalam menemukan referensi yang relevan melalui pencarian kata kunci yang tepat. Hal ini mendukung penentuan judul yang konstruktif dan dapat dikelola lebih lanjut menggunakan perangkat lunak seperti R-Studio untuk menemukan research gap dan novelty. Selain itu, pemanfaatan database seperti Scopus turut mengefisiensikan waktu dan meningkatkan produktivitas akademik.
Namun demikian, penggunaan AI dalam dunia akademik harus memperhatikan prinsip etika, termasuk akuntabilitas, transparansi data, dan kepatuhan terhadap regulasi untuk mencegah tindakan plagiarisme. Penting bagi mahasiswa untuk mengkritisi sumber data yang diperoleh melalui AI guna menjamin keabsahan informasi.
Pelatihan ini berhasil mendorong munculnya pemikiran kritis dalam mengelola dan mengidentifikasi data yang baik dan benar. Pemahaman terhadap etika penggunaan teknologi serta tanggung jawab atas keamanan data menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem akademik yang sehat. Dengan demikian, AI dapat menjadi alat yang optimal untuk memperluas wawasan mahasiswa yang berdedikasi dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmiah.
Ririn Deswita Putri_ LITBANG



Comments
Post a Comment