Data Analyst: Visualisasi Pendekatan R-Studio dan VosViewer Berbasis Keterampilan Pengelolaan Data Informatif
Mahasiswa Research and Dedication (Reaction) FISIP UMRAH kembali menghadirkan kegiatan yang inspiratif bertajuk Data Detective dengan tema Data Analyst: Visualisasi Pendekatan R-Studio dan VosViewer Berbasis Keterampilan Pengelolaan Data Informatif. Kegiaan ini bertempat di Ruang SCR 8 Gedung Gurindam B Lantai 2, yang menjadi ruang pembelajaran tidak hanya memperkaya pengetahuan anggota, namun dapat menimbulkan semangat baru dalam pengelolaan dan visualisasi data berbasis riset. Kegiatan ini merupakan kedua kalinya diadakan diskusi santai, yang dimana fokus terhadap penambahan wawasan yang terkhusus untuk pengurus dan anggota Reaction.
Dalam kegiatan kali ini menghadirkan narasumber sekaligus pembina UKM Reaction, Ibu Dr. Dian Prima Safitri, S.A.P., M.A.P., tak hanya sebagai akademisi, sekaligus praktisi dalam bidang analisis data dan kebijakan publik. Suasana diskusi yang santai namun penuh makna, pembawaan yang hangat dan komunikatif, pemateri berhasil menciptakan suasana yang akrab namun tetap serius dalam membahas topik yang cukup teknis.
Para anggota tidak hanya duduk memahami dan mendengarkan, tetapi sekaligus mempraktikkan penggunaan software dalam pengelolaan data, yakni R Studio dengan bibliometrix (Biblioshiny) dan Vosviewer. Dalam sesi ini, peserta diajarkan langsung cara memvisualisasikan data riset dari database Scopus. Mulai dari mencari topik yang relevan, mengesktrak data dalam bentuk Excel, hingga ke tahap pemetaan visual menggunakan VOSviewer. Para anggota memahami cara melihat hubungan kolaborasi antar penulis, institusi yang terlibat, hingga jurnal atau sumber referensi yang paling berpengaruh.
Tidak berhenti di sana, diskusi berkembang menjadi semakin seru peserta mulai bertanya dan eksplorasi lebih dalam mengenai penggunaan R Studio berbasis bibliometrix, mempelajari bagaimana menghasilkan insight dari data bibliometrix, seperti tren publikasi, penulis aktif, hingga negara dengan kontribusi penelitian terbanyak. Kegiatan semakin hidup adalah suasananya yang cair. Tak ada sekat antara pemateri dan peserta. Semua bebas bertanya, berdiskusi, bahkan saling bantu saat praktik. Menjadikan ruang belajar bersama dengan mengedepankan rasa ingin tahu dan semangat kolaborasi.
Diskusi santai ini menjadi bukti bahwa belajar data tidak harus kaku atau membosankan. Justru lewat pendekatan yang interaktif dan ramah, peserta jadi lebih mudah memahami materi sekaligus termotivasi untuk mengasah kemampuan riset mereka ke depannya.
Ardita Wahyu Hidayah_ LITBANG



Comments
Post a Comment