Kristal Essay Competition: "Maritime Harmony 5.0 dan Pendekatan Hukum yang Cerdas sebagai Pilar Maritim Aman dan Berkeadilan”
UKM Research and Dedication kembali menghadirkan perlombaan essay tingkat nasional bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum, Universitas Maritim Raja Haji melalui kolaborasi yang kreatif Divisi Kajian Strategis (Kastrag) dan Departemen Penelitian dan Pengembangan Ilmiah (LITBANG) yang bersatu memberikan kesempatan kepada Mahasiswa/i seluruh Indonesia dalam menyalurkan ide dan gagasan yang konstruktif untuk membangun laut nusantara melalui sinergitas teknologi dan hukum dalam Era Maritim 5.0.
Perlombaan esai berskala nasional dihadiri 6 tim finalis terbaik dari Universitas ternama yang telah melakukan proses penilaian secara objektif sehingga lolos dalam babak final presentasi yang cukup mengguncang panggung karya dengan ide brilian yang disalurkan. Para tim finalis tersebut yakni Tim Hore (Universitas Negeri Semarang), Tim FEBM Bedelau (Universitas Maritim Raja Ali Haji), Tim Singgalang (Universitas Sultan Agung Tirtayasa), Tim Pramestya Muda (Universitas Brawijaya), Tim Lex Maritima (Universitas Maritim Raja Ali Haji), Tim Sakura (Universitas Jember).
Tentunya, proses penilaian dalam ajang final esai ini melibatkan dewan juri yang kompeten dan berintegritas tinggi. Mereka adalah Para dosen dari Universitas Maritim Raja Ali Haji, yaitu Bapak Azhari Setiawan, S.IP., M.Si., dosen dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional yang dikenal luas dengan keahliannya dalam kajian strategis global, serta Ibu Dr. Atika Thahira, S.H., M.H., dosen dari Program Studi Ilmu Hukum yang telah lama berkecimpung dalam riset dan pengembangan hukum maritim nasional. Kolaborasi penilaian dari kedua juri tentunya memberikan warna tersendiri dalam proses seleksi final, memastikan bahwa setiap ide yang disampaikan para finalis dinilai secara objektif, kritis, dan adil berdasarkan kualitas substansi serta relevansi terhadap tema besar “Maritime Harmony 5.0 dan Pendekatan Hukum yang Cerdas sebagai Pilar Maritim Aman dan Berkeadilan”.
Pada sesi presentasi final, masing-masing tim diberi waktu selama 10 menit untuk memaparkan ide mereka melalui presentasi PowerPoint yang telah disiapkan. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 7 menit dari masing-masing juri, yang menjadi ruang uji pemahaman dan argumentasi dari setiap tim. Menariknya, seluruh finalis mampu menyampaikan presentasi dengan penuh percaya diri dan menjawab pertanyaan dari dewan juri dengan meyakinkan. Dari panggung virtual ini, tampak jelas bahwa setiap ide yang diusung benar-benar mencermynkan kualitas mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga solutif dan peka terhadap isu kemaritiman yang kompleks.
Dari hasil penilaian akhir, terpilih tiga pemenang yang dinilai unggul dalam hal orisinalitas, kelengkapan analisis, dan relevansi solusi. Juara pertama diraih oleh Tim Hore dari Universitas Negeri Semarang dengan judul esai MARLINA 5.0: Inovasi Integrasi Artificial Intelligence Berdimensi Smart Maritime Berbasis Regulatory Compliance dalam Mewujudkan Keamanan Maritim Berkeadilan, yang digawangi oleh Aldafi Prana Tantri, Maulida Nurul Khomariah, dan Faqih Imam Muzaqi. Juara kedua diraih oleh Tim Lex Maritima dari Universitas Maritim Raja Ali Haji dengan karya berjudul BLUEGENIC: Transformasi Limbah Plastik Laut melalui Pengawasan Drone Al sebagai Solusi Energi Berkelanjutan dan Keamanan Maritim, yang dibawakan oleh Sendi Kurnia Putra dan Nur Hafifa. Sedangkan juara ketiga jatuh kepada Tim Pramestya Muda dari Universitas Brawijaya melalui esai berjudul Surveillance Dark Fleet System: Implementasi Smart Contract Berbasis Artificial Intelligence dalam Pendeteksian Dini Praktik Ship-to-Ship Transfer di Laut Indonesia, yang ditulis oleh Farrel Achmad Riefanio, Nurhasim, dan Husnul Mufidah Nazala.
Sebagai bentuk apresiasi, ketiga tim pemenang mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, e-sertifikat, serta kesempatan untuk mempublikasikan karya mereka di platform ilmiah iasssf.pub, sebuah kanal akademik yang menaungi jurnal dan artikel berkualitas tinggi di bidang sosial, sains, dan masa depan berkelanjutan. Namun demikian, bagi tim yang belum berhasil meraih juara, bukan berarti karya mereka kurang baik. Semua finalis tetap mendapatkan e-sertifikat dan pengakuan atas keberanian mereka dalam menyuarakan ide untuk negeri. Hal ini membuktikan bahwa setiap gagasan memiliki makna dan kontribusi tersendiri dalam mengisi ruang diskusi publik yang lebih luas.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan biasa. Di balik kompetisi, terselip semangat untuk membangun ekosistem akademik yang kolaboratif, kritis, dan berkelanjutan. Kristal Essay Competition berhasil membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar dalam menyumbangkan ide-ide cemerlang demi kemajuan bangsa, terutama dalam sektor kemaritiman yang strategis. Harapannya, kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya lebih banyak ruang-ruang dialog, literasi, dan kontribusi nyata dari generasi muda. Karena sejatinya, menulis bukan hanya tentang menuangkan pikiran, tapi juga tentang merancang masa depan dengan keberanian dan kepedulian.
Penulis: Ririn Deswita, Mely Nur Ratman, Ardita Wahyu Hidayah, Suci Ramadhanti_ LITBANG





Comments
Post a Comment