Dibalik Cerita Museum Sultan Badrul Alamsyah: Sejarah Tak Lekang Oleh Masa

 Pada hari Sabtu, tanggal 20 September 2025, UKM Reaction and Dedication mengunjungi museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah yang bertempat di Kota Tanjungpinang. Museum yang berdiri sejak tahun 1918 awalnya adalah gedung bekas Sekolah Tingkat Dasar bernama Hollandsch-Inlandsche School (HIS) pada masa kolonial Belanda dan sudah diresimkan pada tanggal 31 Januari 2009 oleh Wali Kota Tanjungpinang. Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah merupakan destinasi bersejarah yang ada di Tanjungpinang provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan yang dilakukan oleh seluruh pengurus dan anggota reaction ini bertema "Mengenang Peristiwa untuk Refleksi Perjalanan Bangsa" kegiatan ini berguna untuk mengingat, mengenang dan memahami peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi di masa lalu.



Melalui kunjungan ini, kami tidak hanya diberi kesempatan untuk melihat koleksi benda-benda bersejarah, tetapi juga merasakan langsung bagaimana jejak masa lalu masih terasa hingga hari ini. Setiap ruangan yang kami masuki menyimpan cerita, mulai dari peninggalan masa kolonial Belanda, dokumen tentang sejarah pemerintahan, hingga pakaian adat yang menunjukkan kekayaan budaya. Dengan demikian, kunjungan ke Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah menjadi pengalaman yang bermanfaat, karena mampu memperluas pengetahuan kami mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan sejarah serta budaya bangsa. Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah tidak hanya sekadar bangunan tua yang berdiri kokoh di tengah Kota Tanjungpinang, tetapi juga saksi bisu perjalanan panjang masyarakat Kepulauan Riau. 




Selain melihat koleksi peninggalan sejarah, museum ini juga memberikan suasana yang edukatif yang mampu memberikan wawasan baru kepada para pengunjungnya. Salah satu ruangan yang paling menarik perhatian yaitu ruangan koleksi naskah atau arsip lama, yang berisikan berbagai macam catatan-catatan penting mengenai pemerintahan, pendidikan dan kebudayaan pada masa itu. Tidak hanya itu, pakaian adat yang di pajang juga memberi gambaran tentang keragaman budaya masyarakat Kepulauan Riau, yang sampai sekarang masih di jaga dan dilestarikan. Kunjungan ini juga membuat kami sebagai generasi muda semakin sadar bahwa pentingnya menjaga peninggalan sejarah. Sejarah itu bukan hanya untuk dikenang saja, tetapi juga sebagai pelajaran agar kita bisa lebih baik dalam melangkah ke depan. Dengan mengetahui apa yang telah terjadi di masa lalu, kita bisa lebih menghargai perjuangan dan kerja keras para pendahulu kita dalam membangun bangsa ini.

Dengan berakhirnya kunjungan ini, kami menyadari bahwa museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan juga ruang belajar yang hidup. Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah mengajarkan kepada kita bagaimana menghargai warisan budaya dan sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa. Semoga melalui pengalaman ini, kami sebagai generasi muda mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta berkomitmen untuk terus melestarikan nilai-nilai sejarah agar tidak lekang oleh waktu. Kunjungan ini bukanlah akhir dari pembelajaran, melainkan langkah awal untuk terus menjaga, merawat, dan meneruskan perjuangan para pendahulu demi masa depan bangsa yang lebih baik.


Penulis: Nur Syofi, Deva Gracia, Natalia Glory,Siska Aulia,Nabila_ Anggota

Comments